Direktur RSUD Munyang Kute Khawatirkan Penyebaran dan Penanganan Wabah Covid-19 di Bener Meriah

25-03-2020 19:37:44


Redelong, Dr Sri Tabah Hati, Direktur RSUD Munyang Kute menyampaikan kekhawatirannya terkait penyebaran dan penanganan covid-19 di Bener Meriah saat rapat darurat di ruang sidang DPRK Bener Meriah, Aceh, Selasa (23/03/2020).

Dr. Sri Tabah Hati menyatakan berbicara dengan nurani sebagai seorang dokter, bukan sebagai kapasitasnya Direktur RSU Munyang Kute.

Dr. Sri Tabah Hati merasa kecewa dengan perilaku masyarakat Kabupaten Bener Meriah, seolah tidak perduli akan bahaya penularan virus Corona. Kekecewaan dari seorang dr. Sri Tabah Hati semakin bertambah begitu mencuatnya kasus penularan virus Corona, semua alat yang di butuhkan oleh para medis seperti masker, antiseptik dan Alat Pelindung Diri (APD) hilang dari pasaran.

"Satu sisi kami dituntut harus berbuat sebaik mungkin sesuai tugas dan fungsi kami sebagai tenaga medis. Namun, disisi lain kami seperti disuruh bunuh diri. Bagaimana kami bisa melaksanakan tugas dengan baik dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, sedangkan kami sendiri tidak mampu melindungi diri, akibat terbatasnya alat pelindung diri," ujar dr. Sri.

Kendati demikian, nurani seorang dokter tetap berharap kepada semua pihak, untuk tetap melakukan sosialisasi kepada masyarakat akan bahaya dari penularan virus Corona. 

"Kami hanya minta masyarakat berdiam diri selama 14 (empat belas) hari di rumah. Tujuannya adalah untuk memutus rantai serta untuk mengurangi bahaya penularan dari virus covid 19. Kita semua tau penebaran virus ini bukan lagi masalah Kabupaten Bener Meriah, tetapi sudah menjadi darurat nasional di Indonesia. Dan perlu diketahui tingkat penyebaran virus corona di Indonesia jauh lebih tinggi sekitar 10% dibanding negara lain hanya 3%," tegasnya.

Dengan penuh rasa prihatin dan nada kecewa, dr. Sri Tabah Hati meminta seluruh lapisan masyarakat untuk patuh terhadap imbauan dan sosialisasi yang telah di sampaikan oleh Pemerintah. Sri Tabah Hati juga mengingatkan keterbatasan tenaga medis jika harus menangani masyarakat korban yang diduga tertular Virus Corona, sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Apalagi jika tenaga medis juga berstatus ODP,  habis seluruh tenaga medis yang ada di Bener Meriah untuk menangani persoalan penularan virus Corona. Bahkan RSU Muyang Kute bisa-bisa tutup karena tidak adanya lagi dokter dan perawat yang menangani pasien tersebut.

Untuk itu Sri Tabah Hati meminta keadilan
"Karena kami juga rakyat, yang harus dilindungi. Jujur saya katakan secara tupoksi, kami siap. Tapi kami mohon, sosialisasikan kepada seluruh masyarakat agar dapat mematuhi anjuran pemerintah. Kami hanya meminta masyarakat berdiam diri di rumah selam 14 hari, itu saja. Kami akan rawat masyarakat, kami akan jaga dan layani masyarakat. Tapi tolong beri kami keadilan, kami hanya bermohon kepada masyarakat untuk waktu 14 hari hari berdiam diri di rumah agar persoalan membludaknya penularan virus Corona dapat hindari, itu saja," pintanya.

Pada rapat tersebut, Sekda Bener Meriah Haili Yoga memaparkan besaran anggaran yang diperuntukkan bagi penanganan virus Corona di Kabupaten Bener Meriah juga langkah-langkah yang telah ditempuh Pemkab Bener Meriah terkait bahaya penanganan Virus Corona yang telah dilakukan. Bupati Tgk Sarkawi juga telah mengintruksikan untuk menghentikan kegiatan Pasar Pekan.

Menutup gelar rapat darurat DPRK Bener Meriah. Pimpinan rapat Tgk Husnul Ilmi.S. Sy juga menyampaikan imbauan. "Atas nama DPRK Kabupaten Bener Meriah, kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bener Meriah, agar dapat mematuhi apa yang telah disampaikan oleh Pemerintah, demi keselamatan kita semua dari merebaknya penularan Virus Corona," pungkasnya, sembari menutup gelar rapat darurat tersebut. (dn/fa/diskominfo-bm).

Plugins Not Found ../mainx/plugins/0/index.php
Plugins Not Found ../mainx/plugins/0/index.php
Facebook Fans Page